Review Kurikulum Pendidikan Biologi UIN SGD Bandung
- Pembahasan Visi Keilmuan Program Studi
- Unggul, kompetitif -> cari objek yang sekiranya sedang digandrungi, misalnya bioteknologi. (Gambar 1 Pembahasan Visi Keilmuan Program Studi)
- Poin objeknya yang perlu ditambahkan, yaitu “Menjadi pusat pengembangan Pendidikan biologi yang berbasis Rahmatan Lil ‘Alamin melalui adopsi teknologi digital berwawasan lingkungan”. Unggul dalam Pendidikan Lingkungannya jadi nanti mata kuliahnya ada yang “digital” dan ada unsur Al-Qurannya juga.
- Buat inovasi dan akselerasinya dalam teknologi digital, lalu turunkan ke tujuan nya.
- Tidak bersifat instutisional dan reputasional (seperti “se-Asia Tenggara) tidak usah digunakan.

- Pembahasan Tujuan Program Studi
- Menggunakan kata kerja, seperti menghasilkan dsb.
- Sesuaikan pendekatannya; kompetensi, riset dan komponen yang dibutuhkan. Kalau prodi mau menghasilkan riset-riset, kemudian ke bidang pendidikan biologinya dan berhubungan dengan teknologi, maka ini yang harus “dibunyikan”. Bisa dirumuskan dengan poin berikut,
- Riset
- Digital
- Rahmatan Lil ‘Alamin
- Pembahasan Profil Lulusan dan CPL
- Integrasikan CPL dan profil lulusan. Dibidang Pendidikan, profil lulusan biasanya hanya “calon pendidik” atau bisa ditambahkan edupreneur. Atau bisa ada pilihan, yaitu:
- Calon Pendidik (gambarkan, misalnya pendidik di SLB, sekolah umum dsb)
- Konsultan Pendidikan (bisa dikondisikan untuk yang masuk ke ranah swasta)
- Edupreneur
- Kemudian turunkan dari profil lulusan ke CPL.
- Jadi dari Landasasan teori-> Profil lulusan -> CPL-> Bahan Ajar-> Mata kuliah.
Dari CPL langsung ke deskripsi sikap (dideskripsikan sikap yang menunjukan CPL tsb), tidak perlu ditulis lagi s1, s2, dst.
- Misal pada CPL 1-> buat breakdown sikap yang emncerminkan CPL 1
- Lanjut ke bahan ajaran dan ke mata kuliah. Penulisannya tetap CPL 1. Mengintegrasikan sikap perilaku dengan keterampilan. Seperti dengan kata-kata “menunjukkan sikap” (harus bisa diamati dan diukur). Harus clear untuk diajarkan, dan untuk nilai. Seperti pada Gambar 2

Materi II: Materi Pembelajaran dan Metode Pembelajaran
- Tujuan Pendidikan Program Studi: apa yang diinginkan pada lulusan
- Tujuan Pendidikan tidak usah terlalu banyak, karena harus dapat menjadi terukur dari tujuan tersebut. Fokus pada menghasilkan lulusan yang seperti apa. (Gambar 3).

- Pembebanan CPL kedalam mata kuliah perlu dipikirkan, minilmal 2 CPL.
- Buat Bahan Kajian kemudian disampingnya buat deskripsinya, jadi menjelaskan/menggambarkan bahan kajian tersebut
- CPL harus menggambarkan pelaksanaan .

- Dosen wajib merencanakan, menilai dan melaksanakan pembelajaran. Jika ada 2 dosen misal dengan 4 kelas yang diampu pada mata kuliah yang sama, maka dosen-dosen tersebut menggunakan RPS yang SAMA, tidak boleh menggunakan RPS yang berbeda.
- Program studi menentukan CPl -> Mata Kuliah -> Kurikulum. Jadi dosen tidak memetakan CPL sendiri (ini tugas tim penyusun kurikulum atau program studi, agar pendistribusian dapat merata).
- Kemudian dosen menyusul RPS dan kemudian dosen Menyusun CPMK atau Sub CPMK. Proses penilaian itu bisa di CPMK atau Sub CPMK (perhatikan peraturan univ masing-masing).
- Tugas dan materi pembelajaran mahasiswa
- Pelaksanaan pembelajaran

- CPMK itu “what”, Metode pembelajaran itu “why” dan penilaian atau assesmen itu “evidence” atau pembuktiannya.
Prinsip Penyusunan CPMK
- Harus memperhatikan keterukurannya/ tidak boleh abstrak
- Konstruktif selaras: profil lulusan -> CPL -> MK-> CPMK -> sub CPMK -> metode pembelajaran -> Penilaian. Mengukur ketercapaian bukan mengabsolutkan capaiannya.
- Integrasi terhadap SCL dan HOT
- Fleksibilitas (pembelajaran luar prodi/ kelas atau hybrid learning)
- Perkuliahan dengan gamivikasi meningkatkan eksperien mahasiswa
Pembelajaran dalam kelas: pemecahan kasus (menempatkan mahasiswa sebagai protagonis dan beri kasus yang harus di pecahkan oleh mereka) dan project based learning (mahasiswa dibagi kedalam kelompok dan setiap kelompok menganalisis masalah yang berbeda, dan hasil akhirnya harus ada produk akhirnya atau bentuk prototype atau aplikasi yang diminta. Ada perencanaan yang disusun, Permasalahannya boleh fakta atau fiktif).
- Penilaian harus fit dengan metode pembelajarannya.
- CPL jadi seperti destinasi (Gambar 6)
Gambar 6. Integratif CPL, CPMK, Sub CPMK
- Jangan merumuskan cpmk yang level kognitifnya lebih dari CPL, harus setara.
- Buat sub cpmk harus sudah spesifik, tidak boleh general, misalnya mampu menganalisis teori (tidak boleh lagi bebrapa teori tapi sudah spesifik 1 teori).
- Kehadiran mahasiswa sebaiknya jadi syarat administrasi bukan komponen evaluasi. Jika memang harus menjadi komponen evaluasi maka harus dipastikan masuk kedalam komponen CPMK yang mana.
- Menghitung ketercapaian CPL
- Merumuskan CPMK dan memetakan CPMK ke CPL. Satu CPMK boleh mendukung lebih dari 1 CPL. Pembobotan diberikan berdasarkan kerumitan kognitifitas CPL dan akumulasinya 100. CPMK bobotkan (Gambar 7).

- Jika penilaian sampai sub CPMK, susun Sub CPMK nya dan petakan ke CMPK, bobotkan Sub CPMK dari CPMK dan berdasar kerumitan CPMK nya. (tidak boleh umum, tidak boleh redundan, tidak boleh tidak berurutan). (Gambar 8)

- Menyusun rencana evaluasi, komponen evaluasinya. Tiap sub cpmk itu mau dinilai dengan cara apa dan instrument untuk mengukur sejauh mana sub CPMK itu tercapai. Maka setiap evaluasi harus terhubung dengan sub CPMK tersebut. Tetap tergantung dari level kognitif yang ingin dicapai.
- Penilaian: menghitung nilai komponen evaluasi berdasarkan sub-CPMK (Gambar 9).
- Mengagregasi sub-CPMK seperti pada gambar 10

- Menghitung penguasaan CPMK
- Mengukur CPL (prodi merata-ratakan SPl dari semua mata kuliah).


